Search Teddy's Blog and Google

Sunday, November 4, 2012

Sejarah Kota New York

 
 Sejarah dari kota Kota New York, New York dimulai ketika adanya dokumentasi orang Eropa pertama di wilayah ini oleh Giovanni da Verrazzano, sebagai perintah dari kapal Perancis, La Dauphine, ketika ia mengunjungi kawasan ini tahun 1524. Ia dipercaya telah berlayar di Upper New York Bay dimana ia menemukan orang Lenape, ia kembali melalui The Narrows dimana ia berlabuh pada tanggal 17 April, dan kemudian meninggalkan daerah itu untuk melanjutkan perjalanannya. Ia menamakan daerah yang sekarang ini menjadi New York City dengan nama Nouvelle-Angoulême (New Angoulême) untuk menghormati Francis I, Raja Perancis dan Pangeran Angoulême.

Pendudukan oleh orang Eropa dimulai pada tanggal 3 September 1609 ketika seorang berkebangsaan Inggris Henry Hudson sedang diperkerjakan di Vereenigde Oostindische Compagnie menggunakan Half Moon melalui The Narrows menuju ke Upper New York Bay. Seperti Christopher Columbus, Hudson sedang mencari jalan barat menuju ke Asia. Ia sebenarnya tidak pernah menemukan jalan itu, tapi ia mencatat adanya populasi beaver yang terabaikan. Padahal bulu Beaver sedang menjadi trend fashion di Eropa saat itu, membuat bisnis bulu ini menjadi seseatu yang menguntungkan. Laporan Hudson mengenai populasi beaver yang banyak di kawasan New York ini menarik perhatian Belanda untuk berkoloni di Dunia Baru, termasuk New Amsterdam, yang nantinya menjadi New York City. Sejarah beaver yang penting di New York City menjadikan hewan ini diabadikan di lambang resmi kota ini.

Beberapa kawasan di sekitar New York City menjadi lokasi berbagai pertempuran ketika terjadi Perang Revolusi Amerika, termasuk perang yang terbesar: Perang Brooklyn. Pasukan Inggris menang dan menduduki kotaini dari bulan September 1776 sampai akhir 1783. George Washington diinaugurasi sebagai Presiden Amerika Serikat yang pertama tanggal 30 April 1789 di depan Federal Hall dan kota ini berperan sebagai ibukota AS sampai tahun 1790.

Kota New York City modern berasal dari pengembangan dan bergabungnya lima borough pada tahun 1898, juga perkembangan ekonomi yang luar biasa diikuti dengan Depresi Besar dan Perang Dunia II. Sepanjang sejarahnya, kota New York City berperan sebagai pelabuhan utama bagi para imigran, dan pengaruh budaya dan ekonomi kota ini menjadikan kota ini sebagai salah satu kawasan urban terpenting di Amerika Serikat dan dunia. Templat:Sejarah NYC
[tampilkan]Kota New York
Populasi berdasarkan tahun.

Kawasan yang sekarang ini menjadi New York City dulunya ditempati oleh orang-orang Lenape. Mereka secara budaya dan bahasa identik dengan orang-orang asli mereka yang secara tradisional berbahasa Algonquian (sekarang Bahasa Unami). Orang Eropa awal yang datang mungkin menyebut Lenape dari dimana mereka tinggal, seperti: "Raritan" yang sekarang menjadi Staten Island dan New Jersey, "Canarsee" yang sekarang menjadi Brooklyn, dan "Hackensack" yang sekarang menjadi Lower Manhattan. Long Island bagian Timur (sekarang New England) ditempati oleh orang-orang Mohegan-Pequot yang berbahasa Bahasa Mohegan-Montauk-Narragansett.

Orang-orang Lenape menggunakan saluran-saluran air di kawasan New York City untuk memancing, berburu, berjualan di antara mereka sendiri, dan terkadang untuk perang. Kehadiran mereka di New York City ditandai dengan beberapa nama tempat seperti Raritan Bay dan Canarsie, Brooklyn. Beberapa tempat itu sekarang menjadi kawasan utama seperti Broadway di Manhattan. Orang-orang Lenape mengembangkan teknik yang canggih dalam berburu dan memanajemen sumber daya mereka. Ketika kedatangan orang Eropa, mereka menanam ladang mereka dengan teknik "slash and burn", sehingga bisa meningkatkan waktu produktivitas tanaman. Mereka juga memanen ikan dan kerang dari teluk. Diestimasi ada sekitar 15.000 orang Lenape saat orang-orang Eropa datang ke daerah itu. Mereka bertempat tersebar di 80 tempat di kawasan tersebut. Pendudukan Eropa dimulai dengan bisnis bulu yang dilakukan oleh Belanda pada tahun 1613 di Lower Manhattan (nantinya disebut New Amsterdam (Nieuw Amsterdam) tahun 1625).[8] Beberapa saat kemudian, kemungkinan besar tahun 1626, pembangunan Fort Amsterdam dimulai.

Willem Kieft menjadi direktur kota pada tahun 1638, tapi 5 tahun kemudian ia terlibat dalam Perang Kieft melawan penduduk lokal. Pavonia Massacre, sekarang menjadi kota Jersey City modern, dulu menjadi tempat kematian bagi 80 penduduk lokal di bulan Februari 1643. Karena adanya insiden ini, 11 suku Algonquian lainnya ikut bertempur dan akhirnya bisa mengalahkan Belanda. Belanda pun segera mengirim pasukan tambahan ke Kieft, sampai akhirnya terjadi kekalahan besar di pihak suku lokal. Perjanjian perdamaian ditandatangani pada tanggal 29 Agustus 1645.

Tanggal 27 Mei 1647, Peter Stuyvesant diinaugurasi sebagai direktur kota. Koloni Belanda di kota ini mempunyai pemerintahan sendiri tahun 1652, dan New Amsterdam diresmikan sebagai kota tanggal 2 Februari 1653.

Sumber: Wikipedia Indonesia

No comments:

Post a Comment